Senin, 18 April 2011

Cinta

-----
Cinta adalah sebuah rasa ingin saling melindungi, rasa ingin berbagi, rasa saling melengkapi dan rasa ingin saling memiliki. Terkadang cinta membuat kita terpuruk tapi kadang cinta membuat kita selalu tersenyum.
-----
"Keyla..." Suara yang menggelegar memekak telinga yang mendengarnya dan sontak menghentikan langkah Keyla yang tergesa-gesa. Dengan ragu dan perasaan sedikit takut Keyla membalikan badannya dan tersenyum ke arah gurunya yang terkenal diseluruh penjuru SMA Kusuma Bangsa. Beliau terkenal akan kegalakannya. Apalagi siswa yang terlambat masuk sekolah pasti tak asing lagi dengan nama bu Winda. Sama hal nya dengan Keyla. Bahkan buku kehadirannya yang ada ditangan bu Winda pun telah penuh, ada kesiangan sampai bolos pun ada. Keyla berjalan ke arah bu Winda.
"Ada apa bu?" Tanya nya dengan tenang. "Ada yang salah sama penampilan saya?" Lanjutnya. Bu Winda terlihat marah pada murid nya yang satu ini. Sebenarnya bu Winda sudah cape setiap harus berhadapan dengan murid semacam Keyla yang susah diatur nya minta ampun. Mengalahkan Dudi siswa kelas XII yang terkenal paling nakal.
"Tidak. Cepat kembali ke kelas" Tutur bu Winda menahan amarah. Untung saja Keyla anak dari pemilik sekolah ini. Kalau bukan sudah dikeluarkan dari dulu.

Tettt... Tettt...
Bel istirahat telah terdengar di SMA Kusuma Bangsa. Keyla beranjak ke kantin ingin menemui sahabatnya Diva yang memang berbeda kelas.
"Bagi dong kalo makan" Ucap Keyla sambil merebut sendok dan memakan mie ayam sahabatnya di kantin. Diva hanya menatap pasrah mie ayam yang telah dilahap oleh Keyla.
"Lo yang bayar" Ucap Diva pelan.
"Ya udah gak jadi" Ucap Keyla sambil mengembalikan mengkok mie nya yang hanya tersisa sedikit. Diva menatap kesal ke arah Keyla.
"Keylaaaa..." Teriaknya kesal. Keyla langsung berlari keluar kantin sambil tertawa puas karna berhasil membuat Diva marah. Karna selama ini Diva orang yang sangat sabar. Dan kalau tidak salah Keyla pernah melihat Diva marah sangat menakutkan. Bahkan hanya beberapa kali Diva marah. Hanya pada waktu itu saja Diva marah besar. Karena Keyla mengambil diary nya. Hingga sekarang Keyla tak berani mengambil buku diary Diva lagi. Dan hingga saat ini Keyla belum menemukan cara jahilnya untuk membuat Diva marah tanpa mengambil buku diary nya.
-----
Matahari menyinari bumi ini dengan sangat terik. Hingga membuat siapa saja yang berada dibawahnya merasa kepanasan. Sama halnya seperti gadis remaja yang sedang menunggu seseorang dibawah pohon beringin yang terletak dipinggir jalan dan berdekatan dengan bandara Soekarno-Hatta. Entah sudah berapa kali dia menghubungi seseorang disebrang sana tapi tak ada jawaban dari sang pemilik hp yang dihubunginya. "Gue telvon lagi deh, kalo kali ini gak dijawab lagi mending gue balik lagi ke Belanda" Ucap gadis itu pelan, dan kembali menekan tombol hp nya menghubungi seseorang.
"Hallo..... Lo dimana gue jamuran nungguin lo didepan bandara. Cepetan, gue tunggu lo sekarang juga. 15 menit" Ucap gadis itu kesal sambil menutup sambungan telvon nya. Gadis itu menyenderkan punggungnya ke kursi bagian belakang yang dipakai duduknya. Dibuka kacamata hitam yang sejak tadi dipakainya. Terlihat cantik, rambut pirang khas seorang bule, kulit putih mulus, berperawakan tinggi lansing dan bermata biru, menambah ke cantikan gadis itu. Beberapa menit berlalu sangat membosankan bagi gadis itu, karna orang yang ditunggunya tak kunjung datang. Saat hendak beranjak dari sana terlihat Keyla turun dari honda jazz biru kesayangannya didekat gadis itu.
"Helo.." Sapa Keyla sambil menepuk pundak gadis itu. "Excuse me" Sapa nya lagi, karna gadis itu belum menoleh masih membereskan koper nya. Tak lama setelah sapaan yang kedua Keyla, gadis itu menoleh dan mengerutkan keningnya.
"Key..?" Tanya gadis itu ragu.
"Yeah. Aku Key, kamu Glady?" Tanya Keyla yakin. Glady mengangguk senang, ternyata sepupunya yang sejak tadi ditunggunya datang juga. Keyla memeluk Glady, dia memang sangat rindu pada sepupunya yang sudah lama tak berlibur ke Indonesia. Keyla membawa koper Glady dan memasukan nya ke bagasi mobilnya.
"Hey Glad, aku lupa. Di dalam ada sahabatku" Ucap Keyla sebelum masuk ke mobil. Keyla membuka pintu dan masuk diikuti Glady yang duduk disebelah Keyla. Terlihat Diva sedang membaca buku humor dan tertawa sendiri. Diva menghentikan tawanya dan merasa malu melihat Glady masuk ke mobil.
"Maaf, kamu Glady?" Tanya Diva. Glady hanya mengangguk. "Kenalkan aku Diva sahabatnya Key" Diva mengulurkan tangan nya disambut senang oleh Glady. "Katanya sudah lima tahun kamu tak berlibur ke Indo? Dia sering cerita tentang kamu. Memang benar menurut ceritanya, kamu cantik" Ungkapnya jujur. Glady tertawa.
"Sepupuku ini memang selalu berlebih...."
"Sudah, ceritanya nanti saja" Potong Keyla cepat, karna tak ingin Giva melanjutkan ceritanya yang pasti akan membuat Keyla malu dihadapan Glady. Perlahan Keyla menjalankan mobilnya. Glady membalikan badannya ke belakang.
"Aku kira tak ada yang mau bersahabat dengan Key?" Goda Glady.
"Akhh biasa aja. Lagian dia anaknya asyik kok"
"Tapi nakalnya minta ampun" Diva tertawa mendengar Glady meledek Keyla. Glady berpindah duduk ke belakang disebelah Keyla. Diperjalanan pun terjadi perbincangan Diva dan Glady saling menggoda atau terkadang menggoda Keyla sehingga membuat Keyla kesal. Bahkan terkadang Keyla menginjak gas dengan kecepatan tinggi langsung mengerem sekaligus karna kesal. Tapi walaupun begitu Keyla sangat senang bisa bertemu dengan sepupunya dari Belanda yang selalu membuatnya tersenyum gembira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar